Antara Nostalgia dan Kemajuan Teknologi

[Penulis: Dodi Abdullah, Mahasiswa Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI SUMBAR]

***

Sejarah selalu saja teringat walau waktu terus berjalan. Keinginan untuk kembali merasakan betapa senangnya waktu kecil di kampung halaman tercinta, kenangan yang tidak ada habis dan takkan terlupakan.

ilustrasi: History of Hudson County and of the Old Village of Bergen

Kenangan ini sering teringat di kala melihat anak-anak sekarang yang asyik dengan dunia teknologi nan semakin meningkat, semakin trendi dari pada masa-masa kecil saya dulu.

Jika dilihat, perkembangan zaman terasa menyentuh perasaan di kala anak zaman sekarang tak bisa lagi menikmati indahnya alam dan memanfaatkan apa-apa yang bisa dimainkan di waktu kecil dengan tidak memakai biaya yang terlalu banyak untuk dikeluarkan.

Pada zaman yang serba teknologi. Kita lihat dari alat-alat, kesibukan, dan kegemaran anak-anak sekarang lebih cenderung menggunakan gadget untuk bermain sehari-hari. Dari tingkat pengaruh dan efek teknologi sangat mengecewakan. 

Walau dari sisi positif kita sama-sama tahu jika teknologi bisa menemukan informasi-informasi yang cepat dan akurat. Sedang sisi negatif dari dampak gadget ini banyak terjadi perilaku menyimpang dan efek-efek lain yang ditimbulkan.

***

Pemandangan tersebut sangat berbeda dibandingkan dengan zaman saya kecil dahulu. Bisa hampir dari seluruh apa-apa yang ada di alam bisa dijadikan sumber mainan dan sumber kesibukan. Kita ambil saja salah satu contoh untuk bermain di air: mandi-mandi di sungai batang hari yang ada di kampung halaman saya merupakan alternatif menyenangkan. 

Jika kita lihat dari dampak positif dan negatif zaman saya dulu juga ada. Kita contohkan dari positifnya, jika kita terus melakukan aktivitas berenang dengan sendirinya kita akan memiliki tubuh yang sehat dan pertumbuhan kita akan terasa pada idealnya postur tubuh.

Dilihat dari sisi negatif kesibukan yang satu ini adalah adanya persentasi terjadinya bencana untuk diri sendiri, misalnya terjadi efek terhadap tubuh kita rentan sakit, dan bisa jadi terjadi kecelakaan saat mandi-mandi di sungai tersebut. Tapi itu jarang terjadi kok, haha.

Tidak hanya itu, selain berenang kami juga memanfaatkan alam untuk membuat pernak-pernik bermain. Salah satunya membuat layang-layang air, yang terbuat dari kulit batang pisang, dibuatkan berbentuk segi empat panjang dan diberikan tali untuk menarik layang-layang. Derasnya air sungai yang mengalir akan membuat adrenalin bersemangat dan penuh tantangan.

Bukan hanya memainkan layang-layang air, beberapa orang teman berada di seberang air juga ikut merasakan permainan ini. Jika kawan-kawan yang ada di seberang sungai ingin bergabung untuk perlawanan, maka mereka akan membuat layang-layang juga untuk ditabrakkan dengan layang-layang kami.

Dari permainan ini saya dapat juga menganalisa sisi positif dan negatifnya. Contoh, ketika kita bermain layang-layang air, kita saling berinteraksi dengan kawan-kawan yang ada di kampung seberang sungai itu. Dengan adanya interaksi itu, kekuatan hubungan emosional kita akan terbentuk walaupun jarak sungai yang cukup jauh sekitar 100 meter. Itu sisi positifnya.

Coba bandingkan dengan zaman sekarang. Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan harinya dengan duduk berlama-lama di suatu tempat, katakanlah itu warnet atau kafe hanya untuk sekadar minum-minum. 

Sedangkan kita mengetahui, duduk berlama-lama untuk seorang yang berumur sangat muda bisa mengakibatkan pertumbuhan kreativitas meningkat. Yang didapat dari duduk berlama-lama, hanya sakit/pegal dikarenakan tidak bergeraknya organ-organ tubuh penunjang kesehatan dan ketahanan fisik tubuh.

***

Sekarang saya mencoba membandingkan beberapa aspek dalam teknologi. Saya coba melihat dari aspek pendidikan-kebudayaan. Yang dilakukan anak-anak zaman sekarang, sangat terlihat penurunan nilai-nilai kebudayaan dalam diri anak-anak di kampung halaman saya.

Ingatan saya kembali mundur ke beberapa waktu silam. Waktu kecil saya sering diajak ketika pulang sekolah untuk melakukan aktivitas ke surau, mengaji bersama teman-teman untuk memantapkan jiwa religius dan mempelajari ajaran Islam yang sangat dibutuhkan.

Zaman sekarang anak-anak sekarang umumnya, jika tidak memiliki teknologi canggih maka tidak akan mau mendengarkan perintah orang tua.

Pernah saya temukan ketika seorang anak tidak mau belajar, jika tidak dibelikan motor oleh orang tuanya, lalu orang tuanya terpaksa membelikan sepeda motor tersebut untuk menunjang kemauan anaknya. Dampak dari pemberian sepeda motor ini menimbulkan kenakalan remaja, misalkan balap liar dan ugal-ugalan, dari sini berdampak kepada kecelakaan .

Sedangkan kita tahu, anak-anak masih di bawah umur belum memiliki surat izin mengemudi untuk membawa motor.

Ini yang sering kita tela'ah dan kita gambarkan. Setelah kita mengingat lagi zaman kecil kita, suatu zaman yang kita anggap terindah dalam hidup. Hampir semua orang memiliki sejarah masa kecil dan mengenang arti-arti kehidupan di masa kecil itu.

Sangat sering kita bercerita dengan teman-teman kita, menceritakan hampir sedetail mungkin soal apa-apa saja yang kita kerjakan dan apa-apa saja yang kita rasakan sewaktu kita masih seumur jagung itu.

***

Seorang peneliti bernama Prof. Carry mengatakan, bahwa menjadi subjek aliran data yang konstan atau overloof informasi menghadirkan resiko nyata ketidak-pedulian terhadap informasi yang benar-benar tidak diperlukan. 

Pendapat tersebut dibuktikan dengan dampak negatif penggunaan ponsel. Orang akan selalu memprioritaskan hal baru yang ada di ponselnya, meskipun ada beberapa hal lain yang lebih teramat penting. Selain itu pengguna ponsel tidak hanya ditemukan di kalangan orang dewasa saja bahkan anak TK dan SD pun sudah dibekali ponsel oleh orang tuanya.

Semakin sering kita menggunakan ponsel yang memiliki banyak aplikasi, membuat kita tidak peka terhadap lingkungan. Jika komunikasi antara anak dan orang tua lebih banyak menggunakan ponsel, maka dampak negatif penggunaan ponsel seperti ini berimbas buruk pada hubungan orang tua dan anak.

Tak hanya itu dalam segi kesehatan, dampak negatif penggunaan ponsel bagi kesehatan tertuju pada pola tidur seseorang. Ketika anak menggunakannya secara berlebihan akan mengakibatkan kesulitan tidur pada malam hari. Adanya radiasi sinyal RF meningkatkan potensi terkena kanker, terutama pada anak-anak.

Itulah jika saya bandingkan dengan sejarah nostalgia saya di atas dengan apa yang menjadi anti klimaks dalam perubahan yang akan datang. Tidak bisa dibandingkan peningkatan pengetahuan antara masa dahulu dan masa sekarang, jauh berbeda. Anak-anak sekarang tidak bisa merasakan kebahagiaan dari alam.