Muda dan Berkarya
[Reporter: Ferdy Andika]
***
Gantuang Ciri-- Hari yang fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, setelah sebulan berpuasa maka di hari kemenangan kejernihan hati bersinar kembali. Seperti biasanya masyarakat Sumatra Barat, khususnya orang Minang yang merantau, lebaran merupakan hari yang ditunggu untuk pulang ke kampung halaman sekadar melepas rindu bersama sanak keluarga.
Kegiatan ini digawangi oleh tiga anak muda gondrong, mereka Boy Afriko (Boy), Biki Wabihamdi (Biki) dan Biahlil Badri (Adri).
Dilihat dari tampilannya, mereka seperti anak muda yang tidak terarah dan kurang kerjaan. Tapi, jangan salah dulu, mereka anak muda kreatif yang kuliah di salah satu perguruan tinggi seni ternama di pulau Sumatra, yaitu di Institut Seni (ISI) Padang Panjang jurusan Seni Kerawitan dan Musik Klasik.
***
(Foto: Ferdy Andika)
Gantuang Ciri-- Hari yang fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, setelah sebulan berpuasa maka di hari kemenangan kejernihan hati bersinar kembali. Seperti biasanya masyarakat Sumatra Barat, khususnya orang Minang yang merantau, lebaran merupakan hari yang ditunggu untuk pulang ke kampung halaman sekadar melepas rindu bersama sanak keluarga.
Kali ini ada yang beda di salah satu nagari di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Tepatnya di nagari Gantung Ciri. Pemuda mengadakan kegiatan panggung seni yang bertemakan “Nagari dan Rantau” yang dipersembahkan kepada masyarakat Nagari gantung Ciri pada tanggal 29 Juni 2017, pada malam hari (29/6).
Kegiatan ini digawangi oleh tiga anak muda gondrong, mereka Boy Afriko (Boy), Biki Wabihamdi (Biki) dan Biahlil Badri (Adri).
Dilihat dari tampilannya, mereka seperti anak muda yang tidak terarah dan kurang kerjaan. Tapi, jangan salah dulu, mereka anak muda kreatif yang kuliah di salah satu perguruan tinggi seni ternama di pulau Sumatra, yaitu di Institut Seni (ISI) Padang Panjang jurusan Seni Kerawitan dan Musik Klasik.
Sebagai anak muda yang sedang belajar di perguruan tinggi seni, kegiatan ini dijadikan sebagai ajang pengabdian untuk nagari tempat mereka tinggal. Dikatakan Boy “Kegiatan ini dilakukan untuk menghibur kerinduan hati para perantau di saat pulang ke kampung halaman,” jelasnya.
Ditambahkan Biki ”Yang paling penting dari kegiatan ini dijadikan sebagai media komunikasi antara masyarakat nagari Gantung Ciri dengan para perantau supaya tetap menjaga tali silaturahmi.”
Ditambahkan Biki ”Yang paling penting dari kegiatan ini dijadikan sebagai media komunikasi antara masyarakat nagari Gantung Ciri dengan para perantau supaya tetap menjaga tali silaturahmi.”
Harapan mereka dari kegiatan ini seperti yang diucapkan oleh Adri pada saat persiapan kegiatan ”Kami ingin membuktikan kepada masyarakat nagari Gantung Ciri khususnya para perantau (agar) kedepannya supaya bisa berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemuda.” Tegas Adri. (r.fa)

Post a Comment