Mitos Anarkisme

Anarchy Logo/Foto. Alpacoders.com
Anarkis adalah segala bentuk tindak kekerasan dan kerusuhan yang terjadi. Anarkis adalah segala bentuk perlakuan yang membuat orang lain merugi. Anarkis adalah alasan kenapa perdamaian tak pernah terwujud sampai saat ini. Anarkis adalah demo yang berujung rusuh, anarkis adalah pemukulan, anarkis adalah terorisme, anarkis adalah kenakalan remaja berbentuk tawuran dan mengakibatkan kematian.

Setidaknya itulah yang ditanamkan oleh negara, penguasa, pemerintah, dan media massa serta individu cerdas (baca; tokoh) kepada individu yang lain. Bukan mencoba berbicara kebenaran absolute, namun apakah hal ini sejalan dengan konsep awal dari para pemikir sesuatu yang dikatakan kekerasan ini? Atau apakah yang tertanam pada otak masing-masing orang akan anarkis benar adanya?

Anarkis dibahas di atas adalah anarkisme. Anarkisme bisa dikatakan sebagai filsafat perubahan yang menuntut penghapusan kekuasaan atau otoritas. Anarkisme sejatinya melandaskan prinsip-prinsip anti-pemerintah dan menjunjung egalitarianisme

Beberapa bagian anarkisme seperti anarko-komunis, menolak agama monoteis dengan meratakan otoritas tuhan terhadap manusia dengan pemerintahan yang otoriter.

Bisa dibilang menolak bentuk suatu kekuasaan dengan kepentingan tertentu mengatasanamakan agama dengan tuhan tertentu untuk mendapatkan kekuasaan tertentu, tentunya. 

Bagaimana? Sudah bingung? 

Tidak usah bingung, karena tidak ada yang perlu dibingungkan. Bahkan saat ini kamu bisa melihat bagaimana partai PSK atau ormas yang amat sangat religius dan pastinya akan masuk surga atau sebut saja namanya FIP sedang gencar-gencarnya melakukan hal tersebut.

Untuk bentuk tindakan silakan kamu pikir atau setidaknya usaha untuk mengetahuinya (untuk kali ini saja).

Sejarah anarkisme mempunyai pertautan erat dengan paham sosisalisme, baik dalam cita-cita politis dan komitmennya terkait individu kecil dan tertindas. Namun walaupun begitu sejarah juga menunjukkan secara elemen keduanya merupakan hal yang berbeda bahkan bersebrangan. 

Seperti diperlihatkan Karl Marx dan Mikhail Bakunin pada sidang internasionale di Den Haag pada 1872. Karl Marx berkeyakinan Negara bertindak represif dan eksploitatif, sebagai refleksi dari eksploitasi ekonomi dan instrumen dari kelas yang berkuasa. Lain Marx, lain lagi Bakunin, untuk para anarkis negara lebih dari sekadar sebuah ekspresi kekuatan kelas dan kekuatan ekonomi. Negara mempunyai logika dominasi penindasan politik yang menyebabkan penindasan ekonomi menjadi mungkin.

Embed from Getty Images

Level tertinggi yang menyebabkan perbedaan kelas merupakan ekonomi, sehingga bisa dikatakan pasti bahwa negara penyebab dari ketimpangan kelas yang juga membuat ketimpangan sosial dan individu masyarakat yang berujung pada ketidaksejahteraan.

Secara bahasa anarkisme berarti anti pemerintah. Antipemerintah di sini dapat dikatakan bahwa kaum anarkis tidak sependapat dengan adanya "negara". Salah satu alasannya bisa kita lihat di atas tulisan ini. Alasan lain dari ketidaksependapatanya kaum anarkis ini bisa kita lihat dari apa yang terjadi pada kondisi negara-negara dan terutama pada negara kamu sendiri.

Anarkisme, anarkis, dan anarki adalah 3 hal yang berbeda. Namun, banyak sekali kesalahpahaman tentang 3 hal yang berbeda ini. 

Anarkisme merupakan ideologi atau paham yang dipakai oleh anarkis yang bentuk kegiatan nya disebut anarki. Mengerti? 

Nah, kira-kira seperti ini, anarkisme merupakan sebuah paham ideologi atau cara berpikir bertindak dan cara-cara bertahan hidup.

Anarkis merupakan orang-orang yang memakai paham "anarkisme" dalam kehidupannya.

Anarki merupakan bentuk tindakan dari "kaum anarkis" merunut pada paham anarkisme.

Sudah mengerti? Analoginya begini; teknik-teknik dalam manusia berproduksi merupakan anarkisme, manusia itu sendiri adalah anarkis, dan tindakan bereproduksi seperti doggy style, man on top, dan lain sebagainya merupakan anarki. Masih belum mengerti? Jika memang belum silakan bereproduksi dulu. mhuehehehe

Jadi jangan lagi memakai kata anarkis untuk menggambarkan sebuah tindak kekerasan atau kerusuhan. Karena anarkisme bukanlah paham yang mengharuskan pemeluknya untuk berbuat rusuh dan perusakan. 

Sebagai saran dari penulis, kamu bisa menggunakan kata chaos (Baca; keos) untuk menggambarkan bentuk tindakan yang merunut pada tindakan kerusuhan dan kekerasan. (*)

---

(*) Mitos Anarkisme ini tayang pertama kali di Do I Way.
Penulis: "A" Vicious.

Tidak ada komentar