Buka Bersama DPD KNPI Dharmasraya dan Beberapa Agenda dalam Waktu Dekat

Buka Bersama. Dok/Dodi Abdullah



Dharmasraya --- Selasa (20/7/2017) DPD KNPI Dharmasraya mengadakan buka bersama yang digelar di Rumah Makan One Gunung, Gunung Medan.

Buka bersama ini dihadiri oleh 28 orang pengurus (formateur), minus kehadiran ketua hasil musyawarah daerah ke III KNPI pada 28 Desember 2016 lalu, Muhza.

Pada kesempatan buka bersama tersebut turut hadir ketua demisioner DPD KNPI Dharmasraya, Afrizon Bujang.

Kegiatan buka bersama ini dimaksudkan untuk membahasa beberapa agenda ke depan disamping ajang menjalin tali silahturahmi dan ukhuwuah islamiah di antara anggota.

Pelaksanaan buka bersama ini didanai secara kolektif oleh para anggota, peserta yang hadir berbuka diwajibkan membayar sebesar 30.000 rupiah. 

Agenda kali ini berlangsung meriah, terlihat dari canda-tawa, senda-gurau para anggota yang hadir.

Pukul 19:30 WIB seusai santap takjil diadakan diskusi guna membahas beberapa agenda DPD KNPI Dharmasraya untuk waktu dekat.

Salah satu agenda penting yang dibahas ialah waktu pelantikan. Diskusi dipantik oleh sekretaris terpilih Arif Gumensa.

Tiga Agenda dalam Waktu Dekat

Diskusi berjalan sedikit alot, terdapat beberapa pertanyaan, kritikan, cuhatan, hingga arahan. 

Arif Gumensa saat memimpin diskusi. Foto/Dodi Abdullah.

Pertanyaan-pertanyaan soal waktu pelantikan menjadi pembahasan hangat.

Salah satu peserta diskusi Rifdal Fadli menanyakan beberapa hal berikut: “Bagaimana aturan –jarak-- masa tenggang antara musda dengan dilaksanakannya pelantikan?” dilanjutkan dengan argumen “sebelum dilantik kita belum bisa mengklaim diri sebagai KNPI, kita baru sebatas mide formateur” ditutup dengan mempertanyakan “masa berlakunya status seseorang sebagai ketua caretaker?”

Soal beberapa pertanyaan yang diajukan Rifdal tersebut, dijawab langsung oleh Arif Gumensa.

Pertama, tentang jarak antara musda dan pelantikan “itu berjarak delapan bulan,” jelas Arif sedangkan jika berbicara soal konstitusi “Alangkah baiknya, dalam waktu dekat kita adakan pembahasan tentang konstitusi KNPI tersebut.” tambahnya. 

Sedangkan masa sebagai ketua careteker “itu bisa sampai kapanpun” tambah ketua demisioner yang hadir. 

Pembahasan diskusi kemudian beralih ke soal belum dikeluarkannya SK.

Pemantik diskusi menjelaskan duduk tegaknya: permasalahan SK ini hanya tinggal menunggu ditandatangani oleh sekretaris DPW KNPI SUMBAR yang saat ini sedang berada di luar kota.

Ada kritik menarik dilontarkan salah satu peserta diskusi mengenai kealpaan ketua dalam silaturahmi ini “Kok, ketua tidak hadir, mengapa yang selalu tampil selalu sekretaris, ada apa?”

Kritik ini buru-buru diperlurus oleh peserta diskusi lain, Okto, menerangkan bahwa “Dalam waktu dekat ini, sang ketua kita sedang ada agenda yang tak bisa ditinggalkan.” Tegas Okto. 

Kritik lain pun muncul, kali ini perihal komunikasi antar-anggota di media sosial “Tidak semua kita yang hadir di sini memiliki media sosial seperti WA, katakanlah kita punya, tapi paket nggak ada, gimana solusinya?” tanya Yogi Buana.

Setelah beberapa pertanyaan dan permasalahan dianggap telah menemukan solusi, diskusi berlanjut membahas agenda halal bi halal sebagai tindak lanjut dari pertemuan buka bersama ini. 

Awalnya pada sesi ini beberapa orang peserta mengusulkan untuk segera membentuk panitia halal bi halal langsung.

Tetapi dikarenakan –beberapa—pertanyaan muncul kembali dari peserta diskusi, pembentukan panitia akhirnya diusulkan lewat media sosial saja, dan pembentukan panitia pelantikan pengurus dilakukan saat hari halal bi halal.

Di sela diskusi yang berjalan alot ini Afrizon Bujang, ketua demisioner menyempatkan untuk curhat mengenai kritikan atas vakumnya DPD KNPI Dharmasraya beberapa tahun belakang.

Sebenarnya KNPI di Dharmasraya tidak vakum “..hanya saja kerap terlalu sering menjadi (ikut) seremonial, contohnya, pada acara-acara yang diadakan Pemda saat itu, KNPI ada itu membuka acara ini-itu, eksis kok kita, sayangnya karena sebatas seremonial jadi yang tampak itu cuma ketua.”

Kemudian dikarenakan jam sudah menunjukkan pukul 21:00 WIB, peserta diskusi yang kediamannya jauh berseloyor “Karena hari sudah malam dan saya membawa teman cewek juga, (menurut saya) alangkah baiknya segera dibentuk panitia halal bi halalnya, kan gak enak dilihat cewek pulang malam-malam turun dari mobil apalagi ntar kemalaman.” Disambut gelak tawa hadirin.

Forum berbagi ide, pendapat, melayangkan kritikan ini berlangsung selama hampir dua jam dan menetapkan beberapa agenda DPD KNPI Dharmasraya dalam waktu dekat diantaranya:

1. Melaksanakan kegiatan halal bi halal.
2. Menyegerakan keluarnya SK.
3. Menyegerakan pelantikan, ini akan dibahas dalam agenda halal bi halal mendatang.

Rangkaian acara buka bersama hingga diskusi berakhir pukul 21:05 WIB.

Ditutup dengan bersalam-salaman dan ada juga yang mengabadikan momen kebersamaan ini. (dab/jrda).