Rabab, Sastra Minangkabau yang Harus Dilestarikan


(Oleh: Ania Eldya, Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar)

***

Foto. Kesenian Rabab/Istimewa.


Selain keindahan pariwisatanya, Sumatra Barat juga memberikan suguhan beragam hal yang istimewa. Semua dapat terkagum-kagum karena tradisi yang masih sangat dijaga kelestariannya. Selain adat istiadat yang masih terasa sangat kental, terdapat pula warisan budaya yang masih terbias indah. Salah satu keindahan tersebut adalah masih adanya kesenian rabab, dengan perpaduan permainan dari alat musik yang sangat unik disertai dengan lantunan lirik khas yang sangat jarang muncul di daerah yang sudah tecampur dengan aroma modernisasi.

Banyaknya perkembangan kesenian modern di kalangan masyarakat, khususnya pada generasi muda Sumatra Barat membuat kesenian tradisi ini menjadi tersisih karena tergerus perkembangan zaman.

Selain irama khas yang terdengar merdu dari permainan musiknya, lebih dalam lagi kesenian rabab ini menyatukan syair-syair yang memang bercerita tentang kehidupan keseharian masyarakat Minangkabau. Mulai dari asmara, kehidupan sosial, maupun tentang kebiasaan masyarakat Minangkabau dalam merantau. Tentunya, syair-syair tersebut didendangkan sesuai dengan irama dari gesekan alat musik yang mendayu-dayu hingga membawa kita kepada atmosfer budaya yang sangat natural.

Pemain rabab biasanya adalah seorang laki-laki, dalam hal ini selain memainkan alat musiknya pemain tersebutlah yang bertindak sebagai pedendang. Pada kalanya rabab merupakan sarana untuk berdakwah atau hanya sekadar menjadi hiburan rakyat. Di dalam dendang yang dilantunkan banyak terdapat pesan moral yang berguna bagi pendengarnya. Kepada generasi penerus Minangkabau, kesenian ini memberikan pesan moral yang sangat tinggi, yaitu keindahan hakiki disamping menghargai keindahan budaya kita sendiri.

Seharusnya, perlu ada kerjasama dari berbagai kalangan demi menjaga keutuhan serta keindahan budaya, khususnya kesenian rabab. Karena tradisi yang demikian bukan hanya dilestarikan oleh garis keturunan dari pelaku tradisi saja, tapi perlu digaris bawahi, bahwa rabab merupakan tradisi dari budaya Minangkabau yang harus tetap dilestarikan.