"Pesan Ibu"

[Penulis: Robby Salam]

***
Di kala pagi itu ketika bangun dari tidur,  terlihat sinar matahari mengenai pipiku.

Aku membuka mataku, dan langsung  enyah dari tempat empuk itu.

Sebelum aku melaju ke kamar mandi, aku sempat bertanya kepada Ibuku "ini hari apa?" 
Lalu Ibuku menjawab "ini adalah hari rabu".
"Oh, iya ini hari rabu" jawabku sambil bergegas.
Setelah aku mendengar jawaban dari ibuku, aku langsung bergegas berangkat sekolah.

Aku hampir sampai di sekolah, terlihat dari kejauhan, satpam seolah-olang juga bergegas untuk menutup pintu pagar.

"Paaaaaaak, nanti dulu" teriakku sambil menancap gas full motor maticku.

Saat aku pas di depan pagar yang telah dilindungi, satpam dengan gaya berdiri tegap dengan tangan dilipat di dada saya memasang wajah sedih untuk memohon dibukakan pintu pagar yang telah tertutup rapi. 

"Pak, aku cuma telat 1 menit pak" mohonku dengan muka sedih.

"Satu menit kan waktu, waktu kan berharga" jawab satpam membuatku terdiam.

"Saya mohon pak satpam, saya cuma telat satu kali ini" mohonku.

"Yaudah, cepat masuk nanti kamu ketinggalan pelajaran" pak satpam mengindahkan permintaanku.

"Siaaap pak" sautku sambil memakirkan motor.

Setelah aku sampai di depan kelas, terlihat seorang guru sudah siap siaga berdiri di depan kelas untuk memulai pelajaran hari ini.

"Assalamuallaikum Ibu guru" sambil mengetok pintu kelasku.

"Walaikumsallam Dino, ayo cepat masuk" Ibu guru segera menyuruhku masuk dan bersiap untuk belajar.

Teng teng teng!!
Bel menandakan istirahat pun dibunyikan.

Ibu guru menutup pelajaran dan mengizinkan kami untul istirahat pertama.


Setelah aku keluar dari pintu kelas ternyata ada pengumuman anggota pramuka untuk berkumpul!

Secara spontanitas aku langsung mengindahkan panggilan itu, itu dikarnakan aku juga termasung anggota pramuka di sekolahku.

Setelah aku dan semua rekan-rekanku berkumpul, aku merasa bingung tiba-tiba pelatih marah-marah, kami tidak mengerti kenapa pelatih itu marah.

"Kenapa kemaren kalian tak latihan" teriak pembina kami dengan wajah merah membakar di seluruh wajahnya.

"Dikarnakan kalian tak latihan pada hari kemaren, kalian harus menerima hukumannya sekarang pus up sebanyak 30 per orang" lanjut pembina itu dengan geram.

Dan kami dengan wajah bersalah terpaksa melakukan suruhannya  itu.

Tak habis di situ, kembali pembina itu berteriak dengan nada serius sekali "gara-gara kalian juga hampir semua perlengkapan pramuka hampir hilang, kalau hilang siapa yang mau tanggungjawab". Sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah kami.

"Dino kenapa kamu mekakai baju batik? dengan gertakan geram pembina itu menatap serius ke mataku.

"Sedangkan teman temanmu mekakai baju putih,kamu tidak tahu ini hari apa?" Tanya pelatih padaku dengan tegas!!

Aku menjawab dengan tegap pertanyaannya "Siap tahu kak, sekarang hari rabu, dan saya memakai baju batik karna baju putih saya basah kak". 

"Kamu salah!! Ini bukan hari rabu" dengan nada marah memuncak.

"Siap salah kak" jawabku tegap.

Aku merasa bingung ada apa ini sebenarnya? kan memang benar ini hari rabu (dalam hatiku berkata).

***
Tak lama kemudian toa yang dari arah kantor berbunyi sebuah lagu "Selamat Ulang Tahun" dan ada  dua orang temanku datang membawa kue dari belakang.


Mataku mulai berkaca-kaca ternyata teman-temanku masih ingat dengan ulang tahunku. "Aku kira mereka tidak ingat sama sekali". Dengan terkejut masih terlihat di mataku.

"Ini Dino, tiup lilin ini". Engel mengulurkan kue yang bertuliskan namaku di atasnya.

Aku mulai meniup lilin yang menyala berwana kuning itu, sebelum itu aku berdoa sebelum meniupnya.

Setelah meniup lilin, selanjutnya memotong kue.
Setelah semua teman-teman mendapat potongan kue, masing-masing mereka memberi ucapan dan salam padaku.

"Siap ini jangan lupa pus up yang saya suruh tadi dilaksanakan" salah seorang kakak pembina menunjuk dengan tawa lebar di wajahnya. 

"Siaaaap kakak pembina" saut ramai kami berbunyi.

Setelah berakhir acara tersebut kami pun bergegas pulang.

~~~
Tak habis senyumku, di jalan pulang aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila yang baru di sembuhkan.

Setelah aku sampai di rumah, aku melihat ada kotak di dalam kamarku bewarnah merah yang di bungkus dengan rapi dan indah, aku mendekati kotak itu, dan aku membuka kotak itu dengan perlahan-lahan.

Blaaaaaaaaaarrrrrr..........!!

Ternyata isi dari kotak itu sebuah sepatu hitam dan sehelai kertas yang berisi pesan, aku membaca pesan itu ternyata isinya ucapan yang di berikan kepadaku dari Ibu tercinta.

Dengan wajah gembira aku langsung bergegas ke dapur mencari ibu dan mengucapkan "terima kasih ibu". Aku sayang Ibu

Aku bercerita kepada Ibuku saat di sekolah tadi aku juga dikerjain sama teman-temanku.

"oh ya!! Bagus dong" Ibuku tersenyum.

"Terimakasih juga atas hadiah special yang Ibu berikan". Ucapku sambil memeluk erat ibuku.

Ilustrasi: internet

Berikut isi pesan Ibuku "Selamat milad anakku tersayang, semoga di hari kelahiranmu ini, semua keinginanmu terwujud, juga cita-citamu harus kamu raih, sholeh dan berbakti kepada Ibu dan Ayah, dan jangan lupa juga berbuat baik untuk teman-temanmu dan orang-orang disekelilingmu". Pesan singkat Ibuku.


**
Penulis: Robby Salam

Robby Salam adalah siswa SMAN 2 Pulau Punjung yang Hobinya mendalami bahasa jepang. Dia adalah seorang cerpenis termuda di Tanpanama.id

Ingin kenal lebih dekat dengan Penulis di atas, silahkan Klik


Tidak ada komentar